Uang GRATIS, dari Dermawan disini..
Gak selamanya cari dermawan diinternet itu susah ini buktinya ini:
Ada sebuah e-mail website yang mau memberikan uang gratis.
Receive Emails On Topics That Interests You And Get Paid For It!
Get $10 Just to signup!
Still Reading Commercial Emails For Free?
Receive Emails On Topics That Interests You And Get Paid For It!
If you have access to your own email account, you
can get paid. Refer others and get paid up to two levels.
Hits for Pay is one of very few highest paying advertising
program in the industry.
Signup now for free and receive $10 as a Free Reward.
Masih tertarik membaca komersial e-mail?
Kalau masih, ada yang mau ngasih uang gratis $10.
Setiap daftar kamu akan diberi uang langsung $10
Kamu akan menerima email komersial,
dan setiap membaca kamu akan diberi upah(uang gratis) dollar $$
Gak susah kan dapatkan uang gratis dari internet tinggal jeli-jeli
kita melihat peluang. Kalau ada kesempatan mengapa nggak dimulai dari sekarang??



Mau Dapat $10


















MLM bukan atau HYIP juga bukan
herman
5 Juli 2007
[...] yuli nuxer, is a wordpress web, it contain looking for money too [...]
Money For U :: Money-1 :: August :: 2007
22 Agustus 2007
MLM atau HYIP itu Sejenis Makanan apa Ya…
mlm
22 Agustus 2007
[...] yulinuxer [...]
Money For U :: Money_3 :: September :: 2007
1 September 2007
gwa dah coba hits4pay, daftar langsung dapet 10$. Skarang qwa dah punya 22.17$ tapi blm dicairin. Bisa dibayarin kalo udah nyampe $25
noordeen
27 Maret 2008
saya butuh modal untuk dagang busana
suharti pratiwi
16 September 2008
bagus itu yang penting ikhlas dan uangnya segar ukan dari uang yang hasil korus
deni
22 Oktober 2008
saya ingin membangun daerah saya yang masih terbelakang (keagamaannya), untuk membangun tempat ibadah (masjid) tolong yang ingin investasi akherat hub. e-mail saya, saat ini yang sholat baru 50%
casbari
27 Oktober 2008
assalamualaikum wr wb.
dengan ini kami atas nama GATAR(Gabungan Anak Terlantar) yang ingin bangkit menuju kesuksesan, sehingga kami bertekat untuk benar-benar meraih kesuksesan, dengan cara mengarang sebuah karya, dan karya itu ingin di cetak tapi yang jadi kendala bagi kami masalah modal untuk biaya percetakan. maka dari itu kami mengharap bantuan untuk biaya percetakan buku kami yang perdana yang berjudul STRATEGI BANGKIT DARI KEMISKINAN, jika sauadara berminat untuk membantu meringankan beban kami. dengan ketulusan hati yang paling dalam kami mengucapkan banyak terima kasih. dan ini no rek: BANK BRI, cabang pondok kopi, no rek:322101001618508. A/N: ZAINUDDIN. tlp: 021-99 33 24 66
dan di bawah ini hasil karya kami yang mau di jadikan buku.
STRATEGI BANGKIT DARI KEMISKINAN
إِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتىَّ يُغَيَّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمٍ . الأية ( سورة الرعـد – ١١ )
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. (QS Al-Ra’d 11 )
Dengan dalil tersebut hanya orang yang mempunyai sikap keberanian untuk belajar dan memperbaiki diri secara konsisten, yang bisa tetap exis dan sukses dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi. selain daripada itu, untuk menuju perubahan yang lebih sempurna, sangatlah diperlukan adanya kesungguhan dan kesabaran .
وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ المُحْسِنِيْنَ ( العنكبوت ٦٩ )
“ Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan keridlaan kami. benar-benar akan kami tunjukkan mereka pada jalan kami. dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat baik (QS Al-‘Ankabut 69 )
Seperti yang kita sadari bersama bahwa kondisi bangsa akhir-akhir ini semakin curat marut atau tidak menentu, krisis ekonomi semakin memperhatinkan, musibah datang silih berganti, dan hal itu yang menyebabkan masyarakat jatuh terpuruk. Apabila hidup kita tidak dilandasi dengan akidah yang kuat, niscaya kita hanya bertopang pada satu sisi saja yakni harta atau ekonomi. Namun apabila iman kita kuat maka sebesar apapun kesulitan hidup yang menimpa kita akan tetap tegar dan tenang sembari mencari jalan keluarnya. Seperti air di relung lautan yang dalam, tidak pernah terguncang walaupun ombak dan badai saling menerjang. Laksana karang nan tegak dan tegar yang tidak akan pernah runtuh walau sedahsyat apapun gelombang menghantam.
Sebenarnya tidak ada manusia yang ingin hidup miskin, sengsara dan menderita, semuanya ingin memperoleh ketentraman dan kesejahteraan dalam hidup. Tapi mengapa bagi sebagian orang saat ini masih melarat sengsara bahkan sangat menyedihkan? Apakah dia tidak bekerja, karena sulitnya pekerjaan atau di PHK atau mungkin karena malas untuk bekerja? Mungkin jawabannya benar. Tapi tidak jarang orang yang bekerja berangkat pagi pulang malam, hidupnya masih berada dalam tarap kemiskinan. Hidupnya terlonta-lonta bahkan masalah selalu datang bertubi-tubi menimpanya keluarganya berantakan, sehingga anak-anaknya tidak terurus hingga terjerumus kedunia gelap narkoba. Na’udzubillah.
Dengan demikian untuk membangun kehidu-pan bangsa yang tentram dan sejahtera jelas dibutuh-kan persiapan yang baik dimulai dari individual lapisan bangsa, karena sebuah bangsa sama hal-nya dengan sebuah keluarga, untuk mencapai kesejahte-raan sosial dan ekonomi-nya harus membekali ang-gota keluarga tersebut terlebih dahulu.
Namun pembekalan tersebut tidak hanya terkontaminasi pada pendidikan jasmani, tapi juga yang harus dinomersatukan adalah pendidikan moral atau rohani. Karena pekerjaan yang mapan dan harta yang melimpah ruah bukan jaminan sepenuhnya untuk hidup tenang dan tentram, karena dalam menjalani pekerjaan dan kehidupan yang berlimpah harta sekalipun, sedikit banyak kita pasti akan dihadapkan pada permasalahan, Lalu kepada siapa akan bersandar ketika kita di hadapkan pada per-masalahan yang kita sendiri bahkan nggota keluarga atau rekan kerja kita tidak bisa memecahkan permasalaha tersebut…? Jika tidak, maka hanya setres dan jalan buntu yang kita dapatkan, karena hal inilah tidak sedikit orang kaya dengan harta melimpah dan jabatan yang tinggi tidak ada ketentraman dalam hidupnya, yang kemudian mengarah pada ketidak tentraman keluarga. Begitupula suatu komunitas bangsa atau Negara yang hanya mengedepankan pendidikan ekonomi, tekh-nologi dan ilmu yang bersifat jasmani lainnya tanpa didasari dengan pengetahuan spiritual yang kuat, maka pada akhirnya akan menuai kehancuran moral yang mengarah pada kehancuran okonomi bangsa tersebut.
Dalam hal ini Ada sebuah kisah yaitu tentang orang kaya yang beli mobil baru, gara-gara mubil barunya itu hidupnya jadi stress dan gelisah ketika mau tidur di kasur yang empuk dia mikir mubilnya yang ada di garasi takut diambil orang. Maka dia melangkah kegerasi dan tidur di dalam mubilnya, belum pulas tidur di jok mobilnya lagi-lagi dihantui rasa was-was dia mikir pencuri sekarang ini se-muanya nikat nanti mau mengambil mobil kebetulan ada orangnnya bisa-bisa dibunuh, akhirnya dia tidur dibawah mobilnya beralaskan koran. Setiap hari pikirannya seperti itu alhasil dia stress sampai bunuh diri.
Dari kisah diatas mungkin salah satu contoh segelintir yang kita temui di dunia ini. Dan bisa diambil kesimpulan bahwa kesejahteraan bukan terletak pada seberapa banyak atau sedikit jumlah harta atau permata yang kita miliki. Namun, dari tindakan tepat yang kita lakukan terhadap harta atau permata itu, karena setiap orang punya patokan atau kebutuhan yang berbeda. Maka dari itu cari dan syukuri berapapun jumlah rizki yang kita dapatkan dengan begitu kita telah memahami arti cukup ( Qana’ah ).
Ada beberapa faktor yang harus di persiap-kan untuk keluar dari belenggu kemiskinan menjadi orang kaya sesuai dengan syariat Islam.
MEMULAI
MEMPERBAIKI DIRI
a. meluruskan dan memantapkan niat.
Niat adanya di dalam hati, dan semua orang pada dasarnya menginginkan hati yang bersih dan jernih. Dan hati ibarat cermin. Kalau cermin kotor maka gambar yang tampil kelihatan kotor juga, hati ibarat lampu yang terang menderangf, tapi debu dan karat yang menempel menjadikannya sinarnya redup bahkan gelap gulita. Karat dan debu itulah yang tumbuh dalam hati dapat menghalangi datangnya risky yang halal dan berokah.
Kadang kita aneh, kita minum air yang keruh saja tidak mau, air mandi kita miskipun dalam kadar suci jika keruh kita juga enggan untuk menggunakannya, dan mesti segera di bersihkan. Akan tetapi mengapa hati kita yang kotor dibiarkan begitu saja…? Ibarat kita punya tumbuhan yang selalu kita menjaganya agar terhindar dari hama dan penyakit, lalu bagaimana dengan hati kita yang sering kali tertutupi dengan kotoran-kotoran!
Niat adalah sesuatu amalan yang bisa menentukan baik atau buruknya sesuatu keinginan atau cita-cita. Apabila niatnya baik maka hasilnya juga baik, namun apabila niatnya buruk maka hasil yang di dapat buruk pula. Ibarat orang menanam padi maka yang tumbuh bukan jagung, tapi padilah yang tumbuh. Sekarang kemana kita akan melangkah untuk meraih sesuatu….? niatlah yang menentukannya. Rasululla SAW bersabda ;
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ . الحَديث ( رواه البخاري ومسلم )
sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niat pelakunya . (HR Bukhori Muslim )
agar supaya perbuatan atau amal kita tidak sia-sia, maka langkah yang paling utama adalah berniat dengan baik. dalam artian ketika mau melakukan perintah Allah seperti sholat, puasa, zakat dan lainnya. maka jangan sampai salah niat. begitu pula sebaliknya.
b. Berakhlaqul karimah.
Setiap tingkah laku, baik dari segi perbuatan atau perkataan, menentukan kepribadian sseorang. Terutama yang sangat menentukan kepribadian seseoarng adalah dari segi perkataan. Ada seuatu pribahasa yang menyebutkan “ luka karena pedang masih ada harapan sembuh lagi, tapi luka karena lidah kemana obat hendak di cari” peribahasa ini memberi kesan bahwa keselamatan seseorang tergantung pada sejauh mana ia bisa menjaga perkataanya. Berdasarkan sabda Rasululla SAW ;
البَـلاَءُ مُوَكَّلٌ بِالمَنْطِقِ . ( رواه البخاري )
Malapetaka itu tergantung perkataan (HR.Bukhori ),
Perbaikilah apa yang kita dapat lakukan, akhlak, perbuatan dan tingkah laku kita. Dan yang paling penting tentang kedewasaan kita karena menjalani hidup tidak cukup hanya dengan kemauan ambisi dan uang. Hidup adalah samudra masalah kadang permasalahan datang silih berganti seperti badai menerjang disertai angin topan yang dahsyat. Kalau kita bisa menyikapi dengan kedewasaan dan kearifan semua problem bisa diselesaikan. selain itu menjaga atau bertuturkata dengan baik, adalah merupakan cermin kwalitas iman dan ketaqwaan seseorang
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ . الأية (سورة الأحــزاب – ٧٠ )
“ wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada ALLAH dan bertuturkatalah yang baik, maka Dia (Allah) akan membuat baik amal perbuatan dan mengampuni dosa-dosamu (QS. Al-Ahzab 70 ).
Bertutur kata dengan baik dan lemah lembut kepada setiap orang, tidak menyakiti hati, dan berlaku ramah merupakan amal yang sangat gampang dan ringan untuk dilakukannya. Sesuai dengan anjuran rasulullah sebagaimana sabdanya:
maukah aku beritahu kalian tentang amal yang paling mudah dan paling ringan bagi badan…? Yaitu diam dan berakhlaqul karimah.(HR. ibnu abid dunya).
Karena begitu pentingnya berakhlak baik, bertuturkata yang lemah lembut juga berlaku ramah, maka orang-orang yang ada di sekeliling kita termasuk yang kaya merasa aman dan nyaman. Dengan demikian, perbuatan seperti itu juga merupakan shadaqah.selain dari itu bertutur kata dengan baik dan lemah lembut adalah merupakan identitas umat islam, Rasulullah SAW bersabda :
المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ( رَواه البخــاري )
seorang muslim adalah orang orang lain merasa aman dari perkataan (jelek) dan perbuatan (jelek) –nya (HR Bukhori )
c. Jujur dan sabar.
kejujuran adalah sifat atau perilaku yang sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. seseorang bisa di katakana jujur apabila perbuatan dan perkataannya sesuai dengan kenyataan yang ada, namun apabila perbuatannya tidak sesuai dengan perkatannya maka dia belum bisa di sebut orang jujur, begitu pula orang yang hanya bicara juga tidak di sebut orang jujur.
Kejujuran adalah salah satu karakter yang sifatnya berubah-ubah, karena itulah kejujuran bisa di peroleh melalui latihan, diantaranya; dengan cara mempelajari manfaat dan bahaya dari kejujuran itu sendiri, sehingga kejujuran menjadi perangai yang kekal dan sulit untuk di hilangkan. begitu pula dusta juga merupakan sifat yang bisa berubah-ubah. karna itulah orang yang terbiasa jujur apabila berdusta, maka ia akan di hantui perasaan takut dan sebagai-nya. Begitu pula sebaliknya, orang yang sudah terbiasa berbohong maka setiap perilakunya akan di penuhi oleh kebohongan, seakan-akan berbohong adalah kunci keselamatan dalam setiap melangkah nya.
Rasululla saw. Bersabda;
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ حَتىَّ يُكْتَبَ ثَمَّ اللهِ صِدِّ يْقًا وَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبَ حَتىَّ يُكْتَبَ ثَمَّ اللهِ كَذَّابًا . ( رواه مسلم )
Seseorang tidaklah berkata jujur sehingga Allah mencatat orang tersebut disisiNya sebagai orang yang jujur (assiddiq), dan seseorang tidaklah berkata bohong sehingga Allah mencatat orang tersebut sebagai pendusta (HR. muslim)
Kejujuran merupakan sifat yang sangat tinggi nilainya sehingga tidak bisa di tukar dengan harta atau permata. karena tinggi dan mahalnya sebuah kejujuran. Keberhasilan suatu organisasi atau Negara sangat diperlukan adanya kejujuran dalam mene-jemen pengelolaan-nya. Begitu pula apabila tidak ada kejujuran dalam mengelola dan menata suatu organisasi atau Negara, maka bisa di pastikan organisasi ataupun Negara tersebut Akan menuai kehancuran , sebagaimana yang kita rasakan di negeri ini, karena kejujuran mungkin bisa di katakan sesuatu yang langka. Sehingga akibat tidak adanya kejujuran dalam mengelola negeri ini, mayoritas penduduk bangsa ini berada dalam garis kemiskinan.
Jika saja kejujuran selalu di perjuangkan oleh seluruh komponen bangsa dalam mengelola Negara, maka dalam waktu yang relative singkat, sudah bisa di pastikan, bangsa ini akan menjadi bangsa yang bermartabat dan makmur dan terlepas dari ke-miskinan.
Akan tetapi kita sebagai rakyat harus sabar dalam menghadapinya. Dalam artian sabar bukan berarti diam dan mau menerima apa adanya. Justru tetap berjuang dan terus bekerja biar bisa bangkit dari kemiskinan, karena kesabaran memang sangat di butuhkan dalam perjuangan. Sabar dan perjuangan adalah hal yang tidak bisa di pisahkan, dan kesabaran merupakan kunci sukses perjuangan para nabi.
Rasulullah SAW. Tidak pernah putus asa dalam berjuang, beliau tidak takut dan malu akan kegagalan. Kejatuhan dari sesuatu bukanlah ke gagalan, karena yang namanya gagal adalah tidak mau berbuat untuk memulai sesuatu. Pernah suatu ketika rasulullah mau sholat jama’ah di masjid ada seseorang yang sangat benci terhadap beliau, orang itu mengejek, mencaci maki bahkan sampai meludahi rasulallah. Apakah beliau putus asa dalam berjuang dan apakah beliau marah…? tidak…. beliau malah tersenyum dan tidak marah sedikitpun, dan tidak bertindak dengan tinda-kan yang emosional yang akan berujung anarkis bah-kan teroris. Justru beliau mendoakan agar orang yang mencaci maki bahkan meludahi diberi hidayah oleh Allah. Dan pada akhirnya orang itu sakit, maka yang menengok duluan adalah rasulullah. Subhanallah, kalau seandainya itu terjadi pada kita, mungkin satu atau dua tahun bahkan sampai se-umur hidup tidak ada kata damai. Bisakah kita meniru akhlaq beliau…? Kembali lagi pada hati nurani kita masing-masing.
Lapang dada menerima kepahitan, dan rintang-an tanpa keluh kesah dan jengkel maka itu di sebut orang yang sabar. Orang yang sabar apabila menda-patkan segala bentuk derita maka ia menghadapinya dengan tidak membuatnya tidak putus asa, sehingga lari keja;lan yang haram. Misalnya karena kemelara-tannya ia menjadi perampok, pelacur, pencuri. Karena sifat sabar merupakan kemampuan atau kekuatan batin untuk tidak mengeluh dan putus asa menghadapi kesulitan hidup.
Setiap orang sangat mungkin menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan di dunia ini. Ada kalanya seseorang sabar menghadapi kesulitan dan ppenderitaan, namun ada kalanya cepat putus asa dan menjadi murung menghadapi kesulitan sekalipun kecil. Kadangkala kita cepat patah semangat ketika mendapat musibah tentu sangat merugikan kita, karena kita mudah kehilangan semangat hidup dan lebih snag menghadapi kesulitan walaupun dengan cara merugikan diri kita sendiri, misalnya karena tidak sanggup menghadapi kesulitan ekonomi lang-sung makan obat penenang, bahkan adayang lebih tragis minum racun. Ini perbuatan yang sangat bodoh.
d. Istiqomah
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : أَنَّهُ قَالَ : أَحَبُّ الأَعْمَاَل إِلىَ اللهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ . متَّفق عليه
Di riwayatkan dari Aisyah bahwa rasulullah bersabda; perbuatan yang paling di sukai oleh Allah adalah perbuatan yang terus menerus (istiqamah) walaupun sedikit. (HR. Bukhari-muslim).
Dalam menjalani hidup ini tentunya istiqomah sangat diperlukan dalam artian kita tidak boleh menyerah, dan istiqamah merupakan salah satu cara untuk meraih kesuksesan. Dan dalam islampun dianjurkan istiqamah itu sendiri. Sesuai dengan sabda nabi yang di riwayatkan oleh;
عَنْ أَبيِْ عَمرَةَ سُفْيَانَ ابْنِ عَبْدِ اللهِ رض. قَالَ : قُلْتُ : يَارَسُولَ اللهِ ؟ قُلْ ليِْ فيِْ الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ . قَالَ : قُلْ أَمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ . ( رواه مسلم )
Abu amr (Abu Amrah) bin abdillah, ia berkata:aku pernah bertanya, hai rasulullah sa, wasiatilah aku tentang islam dan tak akan aku tanyakan lagi kepada orang lain selainmu.! Maka rasulullah saw bersabda, katakanlah aku beriman kepada Allah, lalu beristiqamahlah engkau. (HR. muslim).
Ibnu Hajar saja tidak pernah mengenal kata putus asa padahal dia orangnya sangat bodoh bahkan idiot, dia kalau belajar sulit untuk menangkap ilmu sehingga sama teman-temannya sering diledekin bahkan di olok-olok, pada suatu ketiak Ibnu Hajar pergi kesuatu tempat di tempat itulah dia menemukan air yang menetes pada batu hingga batunya berlu-bang. Nah disinilah Ibnu Hajar merenung dan memikirkan air yang bisa melubangi batu, padahal kekuatan air tidak seberapa bila dibandingkan dengan batu yang begitu keras dan kuat.
Pada akhirnya Ibnu Hajar bisa menarik suatu benang merah dari peristiwa itu bahwa, seberat dan sesulit apapun masalah kalau kita istiqomah dan selalu berusaha dengan tekat yang kuat pula, maka secera lambat laun semuanya bisa teratasi, sehingga kemiskinanpun yang menimpa kita bisa teratasi juga.
e. Ikhlas
Ikhlas adalah melakukan sesuatu tanpa mengharap mendapatkan sesuatu apapun kecuali hanya ridha dari Allah. Sedahsyat apapun amalan-amalan yang kita lakukan, tidak akan bermanfaat dihadapan Allah kecuali amalan yang dilakukan dengan ikhlas. bahkan setiap amalan dalam islam tidak akan ada imbalan apapun dari Allah tanpa di dasari dengan ikhlas.
Orang yang berhati ikhlas maka hidupnya akan tenang, damai, tentram bahkan merasa dirinya tidak pernah miskin. Karena sesuatu yang ia lakukan selalu disertai dengan hati yang ikhlas tanpa mengharap imbalan dan hanya ridha Allah yang dia harapkan. Sungguh luar biasa seandainya kita bisa melakukannya. namun sebaliknya, orang yang beramal karena ingin imbalan dari orang lain dia akan gelisah sewaktu yang di harapkan dari orang tersebut tidak menjadi kenyataan. kenapa amal ibadah yang dilakukan oleh hati (al-a’maalulqalbiyah) seperti berdzikir, lebih besar pahalanya dari pada ibadah yang dilakukan oleh anggota badan (ibadah badaniyah) ? karena amalan yang di kerjakan oleh hati lebih banyak kemungkinan untuk ikhlas. lain halnya dengan amalan yang di lakukan oleh anggota badan.
sesuai dengan firman Allah:
اِلاَّ الَّذِيْنَ تَابُوْا وَأَصْلَحُوْا وَاعْتَصَمُوْا بِاللهِ وَأَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ ِللهِ فَأُولَئِـكَ مَعَ المُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللهُ المُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيْمًا . سورة النسآء ١٤٦
(orang-orang munafik itu akan di tempatkan ditempat yang paling bawah di neraka) Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (Qs. An-Nisaa’ -146)
Seorang yang ikhlas bukanlah orang yang hanya bisa memberi banyak pada orang lain dan mengharap sesuatu darinya. Namun, orang ikhlas adalah orang yang tidak pernah berpikir apa yang ia peroleh, tetapi selalu berpikir apa yang ia bisa berikan. namun seorang yang ikhlas bukan tidak boleh mengharap imbalan dari orang lain, tapi menurut ikhlas itu terbagi tiga tingkatan.
tingkatan ikhlas yang paling rendah yaitu, me-lakukan sesuatu karena mengharapkan upah atau imbalan kerja.
melakukan sesuatu melakukan sesuatu karena mengharapkan upah atau imbalan kerja, namun juga mengharap pahala dari Allah.
dalam tingkatan ini, seorang yang ikhlas bukannya tidaak mengharapkan imbalan, tapi juga di sertai mengharap pahala dari Allah swt.
melakukan sesuatu tanpa mengharapkan suatu apapun dari selain ridla Allah.
dalam tingkatan ini, seorang yang ikhlas tidak mengharapkankan imbalan apapun, tapi ha-nya pahala dari Allah yang menjadi harapannya. inilah tingkatan ikhlas teratas yang tidak semua orang bisa melakukannya, bahkan mungkin sangat jarang pada zaman modern ini yang segala-gala-nya penuh dengan upah dan imbalan.
keikhlasan tidaklah diperuntukkan bagi orang yang tidak butuh akan imbalan, tapi siapa pun dituntut untuk melakukannya, namun sebagaimana telah di sebutkan di atas, seorang yang ikhlas bukan-nya tidak boleh menerima imbalan apa pun, selama ia membutuhkan dan tidak meyakinkan bahwa hanya imbalan itu saja yang akan ia dapatkan, melainkan juga pahala dari Allah, maka dia boleh menerima imbalan tersebut. kalau demikian, jikalau ia tidak di beri imbalan oleh orang yang bersangkutan maka tidak boleh susah apalagi marah, inilah hakikat ikhlas.
Ada sebuah kisah dari sahabat Nabi SAW. Berkenaan dengan ikhlas semuga kisah ini menjadi bahan renungan dan pelajaran berharga bagi kita semua.
Kisah ini berawal ketika sore hari saat matahari con-dong ke arah barat, seusai melaksana-kan sholat ashar berjemaah Rasulullah duduk-duduk diserambi masjid dikelilingi para sahabatnya. Sebagaimana biasanya saat duduk seperti itu ada saja fatwa dan hadits yang keluar dari Beliau dan para sahabat selalu menyimak dan mencatat segala apa yang dikatakan Rasulullah.
Tiba-tiba dari arah kejauhan tampak seorang laki-laki berjalan bergesa-gesa menuju masjid. Dan ketika berhenti dihadapan Rasulullah dan para sahabat tamu itu mengucapakan salam dan dijawab oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Dari raut muka dan fisiknya tamu itu kelihatan begitu lemah, sehingga ia terpaksa menyandarkan diri pada sebatang pohon korma mukannya nampak pucat dan nafasnya tersenggal-senggal dengan perlahan dan susahnya laki-laki itu duduk dihadapan Nabi. Rupanya dia itu datang dari jauh seorang musyafir yang kelaparan dan kehausan.
Nabi termenung ia merasa hari itu tidak punya makanan apa-apa, karena hari itu beliau sendiri hanya makan sebutir korma. Rasulullah menanyakan pada sahabatnya, siapa diantara kalian yang masih punya persediaan makanan?
Tiba-tiba dengan cepatnya seorang sahabat miskin Zuraih namanya mengacungkan tangan “saya banyak makanan ya Rasulullah” melihat acungan tangan seorang sahabat miskin itu, Abu Bakar merasa iba. Ia tahu bahwa sahabatnya itu tidak punya makan-an apa-apa dirumah. Namun simiskin tetap saja me-ngatakan bahwa dirumah banyak makanan. Begitu pula sahabat yang lain, mereka berebut unjuk kata bahwa dirumahnya banyak makanan.
Akhirnya Rasulullah SAW. Berkata “baiklah, kalian memang orang-orang dermawan, tapi kali ini berilah kesempatan kepada si Zuraih untuk menjamu tamuku ini”.
Betapa gembiranya orang yang disebut Rasul itu ia langsung beranjak pulang setelah dapat izin Rasulullah. Sampai dirumahnya ia menemukan sang isteri melumat-lumat sedikit gandum untuk dibagi menjadi dua piring, satu untuk suami dan satu untuk dirinya sendiri. Tapi karena dua bagian itu terlalu sedikit maka gandum itu disatukan kembali dalam satu piring kemudian Zuraih membisikkan sesuatu ketelinga isterinya. Mendengar bisikan itu seketika raut muka sang isteri berubah dan tampak gembira ia bersyukur akan dapat men-jamu seorang tamu Rasu-lullah. Maka rasa lapar yang sebelumnya bergemuruh didalam perut suami isteri itu tiba-tiba lenyap.
Setelah segala sesuatunya siap sahabat itu kembali menemui sang tamu yang masih duduk di masjid untuk dibawa kerumahnya. Suasana rumah tampak ceria dengan ramah tuan rumah mempersilah-kan duduk. Kebetulan hari itu sudah mulai gelap dan isterinya segera menyiapkan lampu. Tapi ternyata lampu tidak kunjung menyala karena minyak tanah sebagai bahan bakar lampu itu habis. Lalu isterinya mohon izin untuk membeli minyak tanah sebelum pergi hidangannya sudah dipersiapkan di dapur.
Tamu itu duduk dalam ruangan yang gelap dan seketika Zuraih masuk kedapur untuk mengambil hidangan dengan segera Zuraih menyuguhkan piring makanan kepada sang tamu. Sedangkan ia sendiri memegang satu lagi piring yang kosong. Sang tamu langsung makan ditemani zuraih yang juga terdengar mulutnya berdecak-decak seakan mengunyah makanan. Demikian lahapnya si tamu makan karena lapar yang sudah tidak tertahan, maka dalam waktu singkat saja isi piring itu sudah kosong segera Zuraih mengemasi kembali piring-piring kosong dan mem-bawanya kedapur. Makan bersama selesai dan isteri Zuraih datang dengan membawa minyak tanah. Lampu dinyalakan, dan tanpaklah tamu itu puas setelah makan dan minum.
Pada pagi harinya peristiwa itu terdengar oleh seorang sahabat dan ia bertanya apakah yang kau suguhkan pada tamu itu semalam? Aku tahu kamu tidak punya apa-apa hari itu kecuali sepiring gandum. Zuraih menjawab ya itulah yang kami suguhkan kebetulan minyak lampu habis kami makan dalam gelap. Tamu itu makan sepiring gandum dan aku hanya pura-pura makan dengan piring kosong.
Subhanallah, dari kisah ini kita dapat melihat ketulusan dan keikhlasan krakter dari sahabat Nabi, Zuraih. Bagaimana upaya sahabat itu dalam me-nyenangkan saudaranya, bahkan ia mampu menyem-bunyikan kesulitan dan kesusahan dirinya demi kebahagiaan tamu yang sudah selayaknya harus di hormati.
Biasakanlah diri kita untuk selalu membantu orang lain dengan didasari dengan niat yang ikhlas. Yakinlah semakin banyak kita meberi dan membantu orang yang memang harus di bantu, maka Allah akan mengganti itu semua dengan yang berlipat ganda. Jangan takut miskin karena membantu orang lain, Allah sudah memberi jaminan pada hambanya yang memang ikhlas dalam mencari ridlaNya. jangan kwatir Allah tidak akan kekurangan untuk mem-berikan risky kepada hambanya, Allah maha kaya dan maha pemberi bagi yang di kehendakiNya.
kita juga harus yakin bahwa Allah tidak memberi pekerjaan, akan tetapi memberi rizki, jadi walaupun kita hanya bekerja sebagai tukang sapu, atau pembantu, yang gajinya sangat sedikit. tapi jangan pernah takut untuk selalu membantu antar sesama. Allah-lah yang menggantinya.
SELALU MENCARI SOLUSI
DARI SETIAP MASALAH
a. jangan panik dalam menghadapi masalah
Apabila kita mendengar kata panik pasti serentetan bencana langsug akan terbayang dalam benak kita, bias-bisa masalah ang sepele seakan jadi masalah besar dan rumit saat rasa panic timbul. Pikiran yang normal dan bijaksana biasanya akan langsungerhenti. Sehingga pada saat ada masalah tidak bias lagi bergantung pada kemampuan berpikir jernih sehingga timbul berbagai gejala, seperti jantung yang berdegub kencang, sesak nafas, keringat dingin yang tiba-tiba membanjir, sampai dengan tenggorokan yang terasa tercekik.
Panik bisa dikatakan berlebihan apabila kita tidak lagi dapat mengatasi masalah. Artinya karena suatu hal yang tertentu yang belum di persiapkan dengan matang kita jadi tidak mampu lagi bersikap dan berfikir dengan kepala dingin. Atau dengan kata lain gara-gara kepanikan kita terhadap suatu maslah, maka segala hal yang telah kita persiapkan dengan baik sebelumnya menjadi gagal total atau kontan berantakan.
Panik kerap kali langsung berkonotasi negative. Soalnya panik ini pula yang bisa paling berjasa. Menghancurkan segala macam persiapan kita, melemaskan semua persediaan kita, dan dapat melemahkan kesemangatan kita. Karena itu tidak ada saran lain, selain melawan kepanikan kepanikan tersebut. Sehingga dapat di ubah menjadi hal yang positif, yang akan sangat berguna untuk kebaikan kita dan untuk mencapai tujuan yang mulia. Ingat..! panik bukan bisa menyelesaikan masalah justru sebaliknya dapat menambah masalah.
b.Menghadapi dan memahami masalah dengan jernih
The problem is problem, the solution is not problem (masalah adalah masalah dan pemecahan itu bukan masalah). Setiap masalah yang terjadi dalam hidup ini bisa menjadi rumit dan bisa jadi sederhana semuanya tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dunia memang bermasalah, sehingga bayi yang baru lahir kedunia langsung menangis karena dia tahu mau berhadapan dengan masalah. Maka dari itu kita harus menghadapai dan memahami masalah dengan jernih dan bijaksana. Ketika suatu masalah bisa dipahami dengan jernih dan bijaksana maka untuk mencari jalan keluarnya menjadi mudah sesuai dengan firman Allah.
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ( سورة الطَّـلاق ٦٥ )
“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”. (Qs. At-Thalaq : 65).
Dalam menjalani kehidupan yang penuh fata murgana ini apabila selalu meningkatkan ketaatan kepada Allah akan senantiasa dikaruniai oleh-Nya jalan keluar atas segala urusan dan masalah yang dihadapinya.
Masalahnya layakkah atau pantaskah kita mendapatkan karuniaNya ataukah tidak? Kuncinya adalah : seberapa dekatkah kita kepada Allah? dan sudahkah kita ikhlas dalam beramal?. Itulah kehidupan yang layak memperoleh jaminan pertolongannya. Namun, apabila kita Semakin jarang mendekatkan diri kepada sang khaliq, enggan berso-daqoh dan menolong orang lain, malas melakukan amal-amal kebaikan yang semua itu merupakan tanda orang yang berhati busuk ( khabitsul Qalbi ), Yang hanya akan membuat kita semakin letih mengelola dan menghadapi hidup ini, dengan tanpa hasil. Karena dengan mendekatkan diri kepada sang khaliq, kita akan diberi kemudahan dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan . dan dengan menolong sesama kita akan ditolong dan dikasihani oleh Allah SWT.
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعثهُمْ لِلنَّاسِ ( رواه القَضاعي )
Sebaik-baik manusia adalah yang lebih berguna pada orang lain (HR Al-Qadla’iy.)
اِرْحَمْ مَنْ فِيْ الأَرْضِ يَرْحَمْكَ مَنْ فِي السَّمَاءِ ( رواه الطبراني )
Kasihanilah orang yang ada di bumi , maka niscaya orang yang ada dilangit akan ngasihi kalian (HR. Al-Thabrany )
وَاللهُ فِيْ عَوْنِ العَبْـدِ مَا كَانَ العَبْدُ فِيْ عَوْنِ أَخِيْهِ ( رواه )
Dan Allah akan selalu membantu seorang hamba, selama hamba tesebut membantu saudaranya. (HR. )
Harta dan permata sebanyak apapun akan terasa sedikit, kalau hati kita merasa selalu kurang dan tidak pernah mensyukuri nikmat Allah. Ibarat kita berada dilapangan luas, lalu menemukan anjing atau ular dan binatang buas lainnya. Kita tidak akan terlalu merasa takut. Akan tetapi, ketika di dalam kamar mandi, berdua dengan tikus saja sudah menjadi masalah. Apa masalahnya? Di ruang yang kecil, perkara yang kecil akan menjadi besar. Sebaliknya di ruang yang lapang, perkara yang besar akan terasa kecil. Begitu pula sewaktu kita dihadapkan pada suatu permasalahan, kita harus menghadapinya dengan pikiran jernih dan hati yang luas bagai samudera.
c.kreatif :
waktu 24 jam sehari semalam, mungkin sama bagi setiap orang , dan berlalu begitu saja. Tapi bagi orang yang kreatif setengah detikpun sangat bermamfaat. Maka dari itu ujian dan persoalan dalam hidup memang akan datang setiap saat, suka atau duka. Namun bagi orang yang kreatif semuanya bisa di atasi dengan mencari solusinya. Karena orang yang kreatif yakin bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Dan apapun hasilnya dia akan menyikapi dengan nikmat dari Allah SWT, karena di balik setiap ujian dan peristiwa pasti terkandung hikmah yang luar biasa mengesankan yang akan semakin meningkatkan kedewasaan dan kearifan. Allah SWT bersabda :
مَا خَلَقَ اللهُ ذَلِكَ اِلاَّ بِالحَقِّ ( سورة بونس – ٥ )
Allah tidak menjadikan semua itu kecuali dengan hak (tidak sia-sia) . (QS.yunus-5 )
Bakat dan keahlian memang sangat mendu-kung untuk mengejar suatu prestasi, akan tetapi tidak jarang orang mempunyai bakat juga keahlian, mereka hanya bisa bertekuk lutut. mengapa bisa demikian…? Karena mereka tidak kreatif dan tidak bisa me-ngambil kesempatan. walaupun peluang emas me-nantinya.
Tumbuhkan kreatif kita, agar kita bisa meraih kesuksesan yang kita idam-idamkan, karena untuk meraih sesuatu membutuhkan suatu ide atau kerajinan otak kita, baru kalau taktik dan caranya sudah di fahami, maka kita tinggal melakukannya, dan bersiap-siaplah untuk menuai kesuksesan. dan kesuksesan itu tidak bisa di raih bagi orang yang pemalas. kesuksesan hanya dimiliki bagi orang yang semangat dan punya kreatif.
d.tawakkal :
kata orang, kehidupan ini bagaikan roda yang berputar. Ada kalanya kita di atas, dan ada kalanya pula kita harus menerima kenyataan harus berada di bawah. Adakalanya kehidupan seseorang di hiasi dengan kebahagiaan, namun pada saat yang berbeda, musibah silih berganti menimpanya.
Ujian dan cobaan yang di berikan oleh Allah kepada makhluknya harus di sikapi dengan tawakkal. Yang merupakan ketergantungan manusia kepada sang kholiq. Tawakkal merupakan obat ketenangan jiwa manusia terhadap berbagai macam persoalan hidup. Tawakkal merupakan pekerjaan hati manusia dan puncak tertinggi keimanan seseorang.
Sebagaimana Allah SWT berfirman :
وَعَلىَالله فَتَوَكَّلُوا إِن ْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ ( سورة المـــــَـائدة – ٢٣ )
Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu berta-wakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman. (al-maaidah-23)
Orang yang tawakkal ke pada Allah tidak akan berkeluh kesah, gelisah, panik. Orang yang tawakkal selalu berada dalam ketenangan, ketentraman dan kegembiraan. Karna ia mengangap pemasalahan yang dihadapinya sebagai suatu cobaan yang terkandung hikmah dibaliknya, dan hal ini yang pernah di alami oleh Nabi ya’kub As. Sewaktu ia dihadapkan pada permasalahan yang bertubi-tubi, Namun ia mengha-dapi semua permasalahan tersebut dengan sabar dan menyerahkan diri pada tuhan-Nnya sembari berdo’a :
إِنَّمَا أَشْكُوْ بَثِّيْ وَحُزْنِيْ اِلىَ اللهِ ( سورة يوسُف – ٨٦ )
Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, ( Qs. Yusuf- 86 )
Rasulullah SAW, menyatakan ketakjubannya terhadap sikap orang islam. “ sungguh menakjubkan perkara orang mukmin itu, semua urusan baik baginya dan hal ini tidak di miliki siapapun kecuali orang mukmin. Jika ia mendapat kebahagiaan bersyukur dan itu baik baginya. (HR. muslim).
Ciri amal orang yang tawakkal menurut Al-gazali, ada empat macam:
pertama: memperoleh sesuatu yang dapat memberi mamfaat kepadanya.
Kedua: berusaha memiliki sesuatu yang di milikinya, dari hal-hal yang bermamfaat.
Ketiga: berusaha menolak dan menghindari bencana.
Keempat: berusaha menghilangkan mudharat yang menimpanya.
Hikmah tawakkal antara lain: membuat orang percaya diri, memiliki keberaniaan dalam menghadapi setiap persoalan, memiliki keterampilan dan ketentraman serta ketenangan jiwa. Seorang yang bertawakkal akan tetap kuat dan tabah dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpanya, tidak akan goyah dengan berbagai ujian yang diberikan-Nya. Sesuai dengan sabda Nabi saw. :
“ sungguh pahala setimpal dengan besarnya cobaan. Dan sungguh Allah apabila mencintai suatu kaum diuji-Nya mereka dengan cobaan. Untuk itu barang siapa yang ridha, maka baginya keridhaan Allah. Barang siapa yang marah, maka baginya kemarahan dari Allah. (HR. at-tirmidzi).
Dengan hadist di atas sangat jelas sekali, bahwa semakin kuat iman seseorang maka semakin besar cobaan yang di hadapinya. Seperti semakin tinggi suatu pohon, maka semakin besar angin yang menerjangnya. Ibarat sekolah, kita harus mengikuti ujian untuk mendapatkan nilai, dan untuk mendapat-kan nilai yang maksimal dibutuhkan belajar yang giat, ketekunan, kesabaran, dan kerja keras.
kalau kita sudah berusaha semaksimal mungkin tinggal menunggu hasil yang di dapat. dan yang menentukan nilai dan prestasi itu adalah yang maha kuasa. dan Allah yang maha bijaksana, nilai itu tidak akan tertukar sama yang lain.
SELALU MENCARI
TEROBOSAN BARU (INOVASI)
Dalam hal ini ada beberapa faktor antara lain:
a. ilmu
Ilmu adalah lentera penerang kebodohan dan tali untuk mengarungi pegunungan yang terjal, Namun ilmu juga ibaratkan mutiara di dasar lautan yang sulit di dapat namun mahal harganya, dengan demikian orang yang berilmu sangat mulia kedudukannya dari pada orang yang bodoh, sehingga bisa di pastikan sukses tidaknya seseorang tergantung pada ilmu yang ia miliki. Karena pekerjaan dan ilmu adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain ; suatu pekerjaan tanpa didasari ilmu maka akibatnya fatal, begitu pula ilmu tanpa disertai dengan pekerjaan tidak akan membuahkan hasil apapun, olehkarna-nya Rasulullah pernah bersabda:
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالعِلْمِ وَ مَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالعِلْمِ وَمَنْ أَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِالعِلْمِ . ( رواه )
barangsiapa yang menginginkan dunia harus dengan ilmu. Barang siapa yang mengingkan akhirat harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin keduanya, harus dengan ilmu. (HR ).
Tingkat keilmuan dan pengetahuan seseorang adalah sangat menetukan kemajuan dan kedinamisan nya. Sebagimana sejarah perkembangan manusia sejak zaman primitive, klasik, pertengahan, sampai zaman milinium sekarang ini. Dari sinilah dapat kita ambil kesimpulan. Bahwa tingkat berfikir seseorang sangat di tentukan oleh berapa banyak atau berepa luas ilmu yang ia miliki, semakin banyak ilmu yang di miliki maka semakin banyak karya yang akan di hasilkan. Miskipun karya tersebut ada yang bersifat menguntungkan ada pula yang merugikan.
مَنْهُوْمَانِ لاَ يَشْبِعَانِ : مِنْهُوْمُ الدُّنْيَا وَمَنْهُوْمُ العِــلْمِ ( رواه )
Ada dua pecandu yang tidak akan pernah puas, yaitu: pecandu dunia dan pecandu ilmu (HR…….)
Ada beberapa faktor yang harus kita laksana-kan untuk membangaun diri dengan ilmu, yaitu:
pertama: menyadari dan mengakui kekurangan pengetahuan kita. Tidak merasa bahwa diri kita yang paling benar dan paling pintar. Karena jika tidak, kita akan merasa tidak perlu menambah pengetahuan keilmuan kita. Allah berfirman :
وَ فَوْقَ كُلِّ ذِيْ عِلْمٍ عَلِيْمٌ . ( سورة يوسف ٧٦ )
“dan diatas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada yang maha tau” (QS. Yusuf 76).
Sehingga berusaha menambah ilmu dengan terus belajar, melalui dari mejelis ta’lim dan kajian-kajian keilmuan lainnya.
Kedua: membudayakan budaya membaca, sebab dengan membaca dalah membuka jendela dunia yang bisa melintasi seluruh nusantara. Sehingga ayat yang pertama kali turun dalam Al-Qur an adalah : Iqra’.
Ketiga: menumbuhkan kesadaran bahwa, melakukan sesuatu tanpa didasari dengan ilmu adalah sia-sia dan merupakan suatu kebodohan.
Keempat: berusaha mengaitkan ilmu dengan iman. Dengan semakin bertambahnya ilmu, maka akan semakin bertambah keimanan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah, Allah swt. Berfirman :
إِنَّمَا يَخْشىَ اللهَ مِنْ عِبَادِهِ العُـلَمَاءُ . الأية ( سورة فـــاطر – ٢٨ )
Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah, hanya orang-orang yang berilmu (Ulama) saja yang bisa takut kepada-Nya. (Qs.al-faathir .)
Namun kadangkala ilmu justru menjadikan seseorang lupa diri, sehingga ia menjadi orang pintar yang kemudian keblinger yang memamfaatkan kepandaiannya di jalan kebatilan. Naudzubillah. Hal ini dikarenakan ilmu tersebut tidak bersamaan ma’unah dan hidayah dari Allah. Sesuai dengan firman Allah swt. :
مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا وَلمَ يَزْدَدْ هُدًى لمَ يَزْدَدْ مِنَ اللهِ اِلاَّ بُعْدًا .( رواه )
Barang siapa ilmunya bertambah, Namun tidak bertambah pula hidayah (dari Allah), Maka orang tersebut hanya akan bertambah jauh dari Allah swt. (HR. )
1
Dengan demikian kalau kita ingin jadi orang yang sukses dunia ahirat, sehingga hidup jadi harmonis dan sejahtera, tentunya dengan perjuangan dan inovasi yang di bekali dengan ilmu. Cobalah kita berfikir tentang zaman jahiliyah. Hanya ada dua peradaban yang di akui manusia -pada masa itu-, yaitu peradaban roma dibarat dan peradaban persi di timur. Pada masa itu seolah-olah tidak ada yang bisa menggantikan peradaban tersebut. Tapi tidak lebih dari 50 tahun Peradaban islam mampu mendobrak peresepsi dengan tersebarnya islam ke berbagai plosok baik di timur atau di barat, apa yang kita baca dari sejarah, adalah ternyata betapa besar inovasi yang di pelopori oleh para tabi’in. faktanya,
betapa banyak dasar-dasar ilmu pengetahuan dan tegnologi oleh para ilmuan muslim juga betapa banyak disiplin ilmu yang di kembangkan oleh para cendikiawan muslim. Seperti imam Ibnu sina, Al-Farabi, Al-Gazali dll.
2
3
4
etapa banyak dasar-dasar ilmu pengetahuan dan tegnologi oleh para ilmuan muslim juga betapa banyak disiplin ilmu yang di kembangkan oleh para cendikiawan muslim. Seperti imam Ibnu sina, Al-Farabi, Al-Gazali dll.
Dengan demikian kita harus mempersiapkan bekal ilmu untuk bisa bangkit dari kemiskinan. Tidak ada kata terlambat untuk menyadari bahwa ilmu adalah bekal utama yang harus segera di gapai karena dengan ilmu pula kita dapat menemukan terobosan atau inovasi untuk menuju kesulitan sehingga hidup jadi tentram dan sejahtera.
b. menumbuhkan semangat:
Kesempatan hanya datang satu kali, maka pergunakanlah kesempatan itu sebaik mungkin. Orang yang bisa memamfaatkan peluang tentunya orang yang punya niat dan semangat. Walaupun berulangkali jatuh bangun dalam kehidupan, tapi tekat dan semangat selalu menggebu-gebu, kita harus yakin bahwa dengan semangat segala sesuatu yang kita inginkan bisa tercapai walaupun tidak sepenuh apa yang kita harapkan. Dan Allah tidak suka pada orang yang putus asa juga orang yang tidak mau bangkit dari keterpurukan.
وَلاَ تَيْأَسُوْا مِنْ رَوْحِ اللهِ إِنَّهُ لاَ يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ اِلاَّ القَوْمُ الكَافِرُوْنَ . ( سورة يوسف – ٨٧ )
Dan janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesengguhnya tidaklah putus asa dari rahmat Allah kecuali kaum orang-orang kafir . (QS. Yusuf-87).
hidup harus di penuhi dengan segala hal kemajuan bagi diri sendiri. Jangan takut akan “resiko” anggap saja itu batu loncatan dalam proses menuju kedewasaan dan kehidupan yang sejahtera. Jangan pernah mengeluh untuk sesuatu hal yang belum tentu terjadi di kemudian hari. Kini saatnyalah kita untuk melakukan perubahan dalam kekurangan hidup kita, tidak ada kata terlambat selagi semangat masih ada. Jangan biarkan kesempatan itu lewat begitu saja.
Jangan pernah takut untuk melakukan peru-bahan. Buanglah rasa takut yang selalu menghantui pikiran kita. Walaupun pada dasarnya, keraguan dan rasa takut itu selalu ada saat kita berusaha melangkah untuk memulai perubahan tapi kita harus yakin, hidup ini bagaikan “kurva”. Dan biarkan grafik itu bergerak maju terus. Ambil setiap tantangan yang ada. Tumbuhkan rasa ingin berubah dari kemiskinan, karena kemiskinan bisa membawa kita pada kekufu-ran. Setiap perubahan yang kita yakini, akan mem-bawa hasil maksimal, bukan hal yang mustahil kalau kita bisa kaya raya dan sukses dunia akhirat apabila kita mempunyai tekad yang kuat untuk perubahan, Namun harus disertai do’a.
Buanglah rasa pesimis dan kuatkan rasa optimis, karma sifat optimis, akan membawa sema-ngat dan suasana riang. Bonusnya adalah dengan rasa optimis kita bisa percaya diri dan bisa menunjukkan kalau diri kia punya kelebihan. Alhasil memamfaat-kan kelebihan adalah kunci untuk meraih kebahagia-an sejati dan puncak keberhasilan kita.
Cita-cita boleh setinggi langit, tapi menjalani hidup bukan sekedar rencana dari keinginan saja.kita harus bekerja keras jangan sampai semangat kita jadi rapuh, maka harapan tinggal harapan dan sudah hampir di pastikan kenyataan pahit yang harus kita hadapi.
Rasa optimis harus di sertai dengan percaya diri(PD). Seperti optimisnya nabi ibrahim ketika menghadapi tipu dayanya raja namruj, dimana raja namruj dianggap sebagai simbol manusia penuh ‘power struggle’ yang senantiasa mengobarkan api kezaliman dan keresahan. Namun kenyataannya api kezaliman itu tidak dapat membakar hangus tekat dan semangat kebenaran yang di bawa oleh nabi ibrahim. Pelan tapi pasti nabi ibrahim berhasil mereformasi berbagai bentuk tradisi yang zalim dan anarkis, menuju masyarakat yang adil dan demokratis.
Ini suatu pelajaran bahwa perejuangan yang di lakukan dengan sungguh-sungguh dan bijaksana tidak akan dapat di musnahkan secara total oleh kekuatan besar manapun setangguh apapun suatu kekuatan yang di tegakkan diatas landasan yang batil, tidak akan sanggup melenyapkan gerakan yang di dasari dengan niat yang suci dan semangat yang kuat, betapapun kecil gerakan itu. Sehebat apapun sebuah gerakan tidak akan sanggup menumbangkan sebuah kekuatan yang di bangun di atas landasan yang haq dan niat yang suci.
c. doa:
Doa adalah senjata orang mukmin yang dapat menembus lapisan langit yang menjulang tinggi, dan dengan do’a pula kita dapat memperoleh sesuatu yang tidak mungkin didapat menurut akal sehat, apabila dilaksanakan dengan ayakin dan penuh khusyu’ dan tawadu’, akan tetapi sering kali kita berdo’a namun tidak tahu isi dari do’a tersebut bahkan kadangkala tidak tahu dan tidak yakin dengan siapa kita meminta.
Rasulullah SAW bersabda :
لاَ يَرُدُّ القَضَاءَ اِلاَّ الدُّعَاءُ وَلاَ يَزِيْدُ فيِْ العُمْرِ اِلاَّ البِـــرُّ ( رواه مُسْلِم )
Tidak ada yang dapat menolak keputusan Allah swt. Kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat menambah umur kecuali berbuat kebajikan. (HR. Muslim )
Siapa bilang para nabi itu selalu menang ! semua nabi kalah. Mereka meraih kemenangan melalui doa. Nabi Adam AS itu terhina, tapi berdoa dengan memohon ampunan Allah, dan Allah ampuni beliau, sehingga beliau terlepas dari kesusahan yang membelenggu . Nabi Yunus AS di telan ikan, lalu mengakui kezalimannya dan bertaubat, dan Allah selamatkan ia dari gelap gulita perut ikan etrsebut hanya dengan doa yang di panjatkannya. Nabi Musa AS menyerah kalah ketika di depan laut merah setelah di kejar-kejar fir’un dan bala tentaranya. Lalu ia berdo’a dan akhirnya di tolong oleh Allah SWT. Nabi ibrahim AS di pasung tak berdaya ketika akan di masukkan kedalam kobaran api yang menyala-nyala, kemudian ia berdoa dan Allah menolongnya. Nabi Muhammad SAW, menghadapi banyak tantangan dan cobaan yang sangat besar, tentu beliau akan kalah jika Allah tidak menolongnya. Dan setelah datang pertolongan Allah itu maka nabi Muhammad SAW mendapat kemenangan.
Allah telah berfirman dalam kitab sucinya:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنيِْ أَسْتَجِبْ لَكُمْ . ( سورة المؤمن – ٦٠ )
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. (QS.Al-mu’min-60).
Begitu pula dengan perjuangan kita, alangkah indahnya kalau sambil berusaha di sertai munajat kepada Allah. Mintalah kepada Allah atas semua apa yang kita inginkan, karena Dia-lah yang maha kuasa dan maha kaya. Kembalikan segala urusan kepada-Nya. Inilah moment kita untuk introspeksi, moment untuk berkaca diri. Memang bangkit dari kemiskinan bukan hal yang mudah, tapi bukan yang mustahil asalkan kita selalu berjuang dan berdoa.
Apakah selama ini kita dalam berusaha ber-jalan sesuai dengan yang di ajarkan agama islam..? ataukah sama sekali tidak pernah memohon atau berdo’a kepadaNya..? perjuangan tanpa do’a adalah sombong, do’a tanpa perjuangan adalah bohong. dan keduanya tidak bisa di pisahkan.
mulailah untuk menuju perubahan yang lebih baik, belajar yang tekun, motifasikan diri dengan mendekatkan diri kepada Allah dan lakukan Shalat malam atau qiyamul lail (tahajud), kalau belum lakukanlah secepatnya, karena dengan Shalat malam Allah menjanjikan kenikmatan atau rezeki yang bertambah untuk yang mau melakukannya.
Allah swt, berfirma;
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَـامًا َمحْمُوْدًا. سورة الإسراء ٧٩
Dan pada sebahagian malam hari ber-sembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (Al-Israa’ – 79)
inilah saatnya untuk di benahi kekurangan, dekatkan diri kepada Allah, insyaallah hal ini bisa menjadi pencegah datangnya kemiskinan. Tumpah-kan seluruh rasa gelisah, kesusahan kepadaNya. Karena sesungguhnya Dia maha kaya, maha pemberi dan maha penyayang. Fasihkan lidah, dengan al-qur’an, hayati dan fahami makna yang terkandung di dalamnya. Sehingga kita bisa memahami segala ra-hasia permasalahan dibalik rencana-Nya. Insyaallah kalau kita sudah memohon dan meminta pertolongan kepada Allah di sertai dengan usaha maka dengan izin-Nya kita bisa meraih apa yang kita inginkan bahkan bisa mendapatkan kekayaan di dunia dan akhirat.
Pada zaman modern seperti sekarang ini, banyak orang yang kaya harta, keluarganya cuma tiga akan tetapi mobilnya tujuh, lebih dari itu di setiap bank baik swasta maupun bank pemerintah selalu terpangpang namanya dan saldonya pun di atas rata-rata, tapi tidak jarang mereka sering mengeluh dan merasa kurang. Mengapa bisa demikian…? Karena mereka itu masih miskin hati, ahirnya sifat serakah dan tamak selalu tergiang di pikirannya.
Beda dengan orang yang kaya hati. Berapapun jumlah rizky yang Allah berikan kepadanya, dia selalu menerima dan mensyukuri atas segala nikmat-Nya. Dan dia tidak pernah merasa dakurang sedikitpun. Sehingga Allah memeberikan keberkahan dan di akherat mendapatkan kekayaan yang hakiki. Subhanallah.
Orang yang selalu bersyukur atas semua nikmat yang di berikan Allah, maka Allah akan menambah kenikmatan itu dengan berlipat-lipat. Sehingga tidak jarang orang yang selalu bersyukur dan selalu berdizikir kepada Allah maka hidupnya di hiasi dengan ketentraman dan ketenangan. Karena Allah sudah menjamin dari segala-galanya terhadap orang yang ahli dzikir dan pandai bersyukur. hati akan jadi tenang bagi orang yang pandai bersyukur dan berdzikir .
Allah swt berfirman:
الَّذِيْنَ أَمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئنُّ القُـلُوْبُ . سورة الرعد ٢٨
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Qs. Al-Ra;du- 28)
ayat diatas sangat masuk akal sekali. kita ambil contoh, coba kita membaca kalimatullah sehari saja, maka hati ini tidak pernah merasa terbebani oleh suatu apapun. dan coba kita pikirkan ketika kita lupa sholat, maka hati kita seakan-akan tidak aman, dan merasa gelisah. ini merupakan fakta nyata dan bukan rekayasa belaka.
MENGATUR
POLA HIDUP SEDERHANA
cara lain yang tampaknya harus kita upayakan untuk menumpas kemiskinan menuju hidup yang sejahtera adalah upaya penanaman pola hidup yang sederhana, yaitu pandai mencukupkan yang sedikit sehingga kebutuhan hidupnya terpenuhi, dan orang yang hemat hanya membeli sesuatu yang dibutuhkan bukan membeli sesuatu yang di inginkan.
Kesederhanaan yang di maksudkan dalam konteks ini terangkum dalam bebera faktor, dianta-ranya;
a. menghindari sifat boros
sikap boros kadang kala membuat kita terlanjur tanpa batas dalam menggunakan harta benda dan tidak bisa me-mbedakan suatu yang sangat di perlukan dari sesuatu yang kurang di perlukan, karna seorang pemboros biasanya selalu ingin mendapatkan sesuatu yang di inginkan secepat mungkin, tanpa menghitung tingkat kebutuhan terhadap sesuatu tersebut. Karena hal inilah sifat boros oleh Al-Qur’an di golongkan diantara perangai syetan, karena ada titik kesamaan antara keduanya, yaitu sama-sama terburu-buru dalam melakukan sesuatu tanpa me-mikirkan akibat, manfaat dan mudlaratnya.
Allah swt. berfirman:
وَ أَتِ ذَاالقُربىَ حَقَّهُ وَالمِسْكِينَ وَابنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْـذِيْرًا . إِنَّ االمُبَـذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبـِّهِ كَفُوْرًا . سورة الإسراء ٢٦–٢٧
dan berikanlah kepada keluarga-keluarga dekat akan haknya, kepada orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu meng-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu saudaranya syetan. Dan syetan itu sangat ingkar kepada tuhannya.
(Qs. Al-isra’ (17) 26-27).
Perilaku boros adalah salah satu krakter manusia yang mungkin untuk di rubah, tentunya melalui latihan untuk membiasakan pola hidup sederhana, namun selain dari itu ada beberapa tips atau cara untuk bisa terjauhkan dari sifat boros ini, diantaranya;
kita harus sadar bahwa dengan boros, kita tidak akan dapat menikmati harta kita untuk masa depan. karena boros pada intinya hanya menghabiskan, bukan menambah atau me-nabung dari yang ada.
menyadari bahwa sifat boros adalah langkah menuju ke-miskinan.
menyadari bahwa sifat boros diantara sifat-sifat syetan yang di benci Allah swt, dan menjadi musuh yang nyata bagi manusia.
Apabila sifat boros adalah diantara perilaku syetan, yang sudah barang tantu dibenci Allah, maka kita harus menjahuinya dan menganti dengan perangai yang di ajarkan Allah swt, yaitu keseder-hanaan dalam segala sesuatu, bahkan Allah dalam setiap hukum syari’atnya selalu mengajarkan untuk tidak terburu-buru, namun juga tidak terlalu santai sehingga membiarkan waktu kosong terlewati begitu saja tanpa arti, jadi, kesederhanaan terletak di antara dua sesuatu yang sama-sama keliru dan tidak di senangi Allah, yaitu; pelit dan boros.
Namun, pelit dan boros itu menurut situasi dan kondisi masing-masing keduanya; seorang yang dapat menghasilkan seratusribu setiap hari dianggap pelit apabila memberi jatah uang belanjanya hanya dua puluh ribu atau kurang, namun untuk orang yang penghasilannya kurang dari lima puluh ribu setiap hari, hal itu di kategorikan boros. dari itulah sebaik-baik seorang kepala rumah tamgga adalah orang yang pandai mengatur keuangan keluarga secara efesien.
Sebagaimana telah di sebutkan dalam ayat di atas, Allah selalu senang pada kesederhanaan dalam setiap sesuatu, bahkan dalam pola berpakaian, makanan dan minuman. Allah swt, berfirman;
يَا بَنيِْ آدَمَ خَذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلاَ تُسْرِفُوا إِنَّ اللهَ لاَ ُيحِبُّ المُسْرِفِينَ . سورة الأعراف ٣١
Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, Dan makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan Sesung-guhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raaf -31).
Juga misalnya dalam pola belanja, Allah swt, juga berfirman;
وَالَّذِيْنَ إِذَا اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِقُوا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًـا .
سورة الفرقان ٦٧
(diantara orang-orang yangselalu ingat dan pandai bersyukur kepada Allah yaitu;…….. ) Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. (QS. Al-Furqaan -67).
Bahkan Allah swt, menciptakan umat islam se-bagai umat yang adil yang merupakan sifat pertenga-han antara dhalim dan berbuat curang, hal ini di telah di sebutkan dalam firman-Nya;
وَكَذَلِكَ جَعَلنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوْا شُهَدَآءَ عَلىَالنَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًا . الأية سورة البقرة ١٤٣
Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kalian (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. (QS. Al-Baqarah -143).
Dari ayat diatas sudah sangat jelas bahwa pemboros merupakan saudara dari syetan, yang dapat membuat harta yang dimilki tidak efektif dan tidak afisien menganggkat harkat keuangannya, bahkan justru menjerumuskan, mem-belenggu dan menjebak dalam kerugian yang akan berujung pada jurang kemiskinan.
Tidak jarang seseorang yang di berikan harta lebih oleh Allah sering di salah gunakan dengan membeli minuman keras, judi dan membeli barang-barang yang tidak ada mamfa’atnya sama sekali. Terkadang apa saja ingin di beli, dengan dalih ‘selagi masih ada’ padahal antara kebutuhan dan keinginan sangat jauh berbeda. Kalau kubutuhan adalah sesuatu yang di perlukan, sementara keinginan biasanya dipengaruhi oleh nafsu, dan nafsu tangan kanannya syetan.
Sangat di sayangkan, apabila seseorang dalam hidupnya masih terpengaruh dengan bujuk rayu nafsu yang dimotori oleh syetan. Dan sangat beruntung apabila seseorang yang dalam hidupnya bisa melawan tipu daya syetan tersebut.
b. Menyederhanakan Ambisi
masyarakat Indonesia pada umumnya terlalu tinggi keinginannya dari pada keterampilannya (keahliannya). maka dengan ambisi yang terlalu tinggi segala macam cara dilakukan tidak mengenal halal ataupun haram. Beda halnya dengan negara lain, mereka mengandalkan keahlian atau keterampilan dari pada ambisinya. Dan jangan heran apabila negara-negara lain bisa lebih maju dari pada Indonesia, karena mereka selalu mau bekerja dan berkreasi bukan menghayal dan berhalusinasi.
Namun kita harus sederhana dalam cita-cita dan ambisi, dengan artian, cita-cita dan ambisi tersebut harus di ukur dengan kemampuan dan keterampilan kita sendiri, karena jika tidak, apabila rencana dan cita-cita tersebut tidak menjadi Kenya-taan maka kita akan mengeluh dan frustasi, dan hal ini sangat di larang agama.
Selain itu, kita juga harus bisa membedakan antara keinginan yang di dorong oleh nafsu dan yang tidak di dorong oleh nafsu, karena kalau kita mengikuti ambisi berarti kita mengikuti kehendak, dan kalau kita mengikuti kehendak berarti kita mengikuti langkah syetan bahkan jadi budaknya syetan. Karena memperturutkan hawa nafsunya. Sebaliknya kalau kita terbiasa dengan hidup yang hemat, gemar menolong orang lain dengan membantu yang lemah, berarti kita tidak terbuai dengan rayuan syetan dan Insyaallah kita bebas dari kemiskinan, karena tidaklah menjadi miskin orang yang hidup sederhana.
Kehidupan yang sederhana tidak lantas membuat cita-cita kita sederhana juga. Tuntutlah diri kita untuk selalu maju menuju kehidupan yang lebih baik, tentram dan sejahtera. Jangan biarkan kemis-kinan selalu bersarang pada kehidupan kita, karena kesuksesan bisa di raih bukan hanya dengan berpangku tangan, keinginan yang membara, tapi dengan ketekunan dan kerja keras disertai dengan mendekatkan diri kepada Allah swt. Pemikiran, keinginan dan harapan tidak akan terwujud tanpa di awali dengan perbuatan. Hanya orang yang berani melawan rasa takut yang dapat merubah se-galanya.
Tidak ada suatu makhluk yang bisa menjamin kehidu-pan kita kecuali Allah, kita jangan merasa aman dan merasa terjamin dengan harta yang kita miliki, tanah yang luas, mobil mewah, tabungan yang melimpah ruah. Sebab dengan “kun fayaqun” Allah dengan mudah mengambil itu semua tanpa terhalang oleh suatu apapun. Namun justeru Allah-lah yang herus menjadi jaminan kesuksesan dalam segala kehidupan kita.
c. Menjauhkan diri dari sifat riya’ dan iri.
Sifat ini ibarat racun yang mematikan karena dengan riya’ segala amal perbuatan tidak ada pahala dan mamfaatnya di sisi Allah. Dan sifat riya’ akan membawa pada kenistaan dan kehinaan. Orang yang mempunya sifat riyak ingin selalu di puji dan di puja, dan ingin jadi super power dari segala-galanya, agar orang bisa kagum padanya.
Hal ini dapat kita perhatikan dalam hidup keseharian kita. Banyak orang yang tertipu oleh tipu daya dunia, kecendrungan untuk lebih mencintai dunia biasanya lebih besar dari pada mencintai akherat. Semakin cinta pada dunia maka semakin cinta pada harta, permata bahkan tahta. Lebih dari itu maka ingin pulalah ia untuk memamerkannya, ter-kadang apa saja ingin di pamer-pamerkan. Ada yang pamer perhiasan, pamer kendaraan, pamer pakaian dan lain-lain. Sifat ini muncul salah satunya karena ada keinginan untuk di puji dan di kagumi oleh orang lain. Padahal seperti inilah yang sebetutulnya akan membuat orang tersebut menderita, karma apabila ia sudah tidak bisa pamer lagi, misalnya karma harta dipamerkan telah tiada, maka mereka akan di olok-olok oleh tetangga sekitarnya, Rasulullah pernah bersabda;
وعن رافع بن خديج أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ اْلأصْغَرُ , قَالُوْا : يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا الشِّرْكُ اْلأصْغَرُ ؟ قَالَ : الرِّيَاءُ , يُقاَل ُ ِلمنَ يَفْعَلُ ذَلِكَ إِذَا جَاءَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ : اِذْهَبُوْا إِلىَ الَّذِيْنَ كُنْتُمْ تُرَاؤُوْنَ فَاطْلُبُوْا ذَلِكَ عِنْدَهُمْ . رواه الطبراني
Dan di ceritakan dari Rafi’ bin khudaij bahwa Rasulallah bersabda: sesungguhnya sesuatu yang paling saya takutkan untuk kalian adalah syirik kecil. kemudian sahabat bertanya; apakah syirik kecil itu?, beliau menjawab: adalah riya’, ketika setiap orang datang membawa semua amalnya, dikatakan pada orang yang melakukannya: pergilah kalian kepada orang yang kalian riya’kan itu, dan mintalah pahala amal perbuatan kalian dari mereka. (Hr. Al-Thabrani)
Untuk meraih kehidupan yang sejahtera dan tentram, tentunya harus menjahui sifat riya’, karena riya’ seelain membawa pada kenistaan dan kehinaan juga akan membawa pada kemiskinan. Alasannya; karna semakin mendapatkan sanjungan dan pujian oran
zainuddin
6 November 2008
pak tolong aku ya pak.aku minta bantuanya pak.aku mw pinjem uang 10 juta.buat bantu orang-orang yang ndak mampu…
miko
6 November 2008
ni nmer rekening temenku pak.0770407150 BCA
miko
6 November 2008
saya pakai card BCA. ada yang bisa kasih tau ga dimana letak no serinya. biar bisa daftar di paypal.com dan masa kadaluarsanya
sandrie
4 Desember 2008
give me money
deo
16 Desember 2008
TIPS AND TRIK UANG GRATIS DI INTERNET
ZHECKO
19 Desember 2008
apa bisa ? bisakah untuk pembangunan pondok
psantren modern di tapanuli Selatan ?
machdar alfian Siregar
21 Desember 2008